Makam Batu Layang

Saturday, November 12, 2011

Makam Batu Layang atau Makam Raja-raja dari Kerajaan Pontianak ini awalnya dibangun oleh Raja Pertama (Sultan Syarief Abdurrachman Alqadrie) sampai Raja terakhir Kerajaan Pontianak ini Yaitu Sultan Hamid II. Selain Itu Juga Dibangun oleh beberapa keluarga raja. Makam Batu Layang ini biasanya ramai dikunjungi khususnya pada Hari Besar Islam oleh masyarakat setempat atau bahkan dari kabupaten-kabupaten yang ada disekitar kalimantan barat. Makam Batu Layang ini terletak kurang lebih 2 kilometer dari Tugu Khatulistiwa kota Pontianak kalimantan Barat.

Di kompleks Makam Batu Layang ini juga dimakamkan para permaisuri dan pangeran Kesultanan Kerajaan Pontianak. Makam Batu Layang telah dibangun sejak masa pemerintahan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie (1771-1808 Masehi) yaitu Raja pertama dari kerajaan Pontianak ini. Keberadaan Makam Batu Layang ini tidak bisa dipisahkan dari didirikannya Kota Pontianak oleh Syarief Abdurrahman Alkadrie yang kemudian menjadi raja pertamanya.

Makam Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, pendiri Kesultanan Kadriah Pontianak, terlihat menjadi sentral dari areal
Makam Batu Layang ini. Makam Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie ini terletak di tengah, lurus dengan jalan ketika para pengunjung akan memasuki kompleks permakaman. Makam Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie ditempatkan di ruangan tersendiri yang mirip dengan bunker kecil sehingga para pengunjung yang akan memasuki makam tersebut harus menundukkan kepala. Yaitu dengan maksud agar pengunjung yang masuk ke Makam Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie memberi penghormatan terhadap Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie.

Kebanyakan Makam para sultan di Makam Batu Layang ini mempunyai warna nisan yang sama, yaitu berwarna emas. Selain itu, nisan-nisan di permakaman ini juga ditulisi huruf Arab yang melambangkan bahwa Kesultanan Kadriah Pontianak memang bernafaskan Islam. Hal ini sesuai dengan sejarah pendirian Kesultanan Kadriah Pontianak oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, yang merupakan seorang ulama dari daerah yang bernama Hadramaut, Yaman Selatan. Perpaduan warna kuning (emas) yang melambangkan warna khas Melayu dipadu dengan tulisan Arab yang bernuansa Islam menunjukkan bahwa Kesultanan Kadriah Pontianak dibangun berdasarkan percampuran budaya, setidaknya didominasi oleh dua kebudayaan, yaitu Arab dan Melayu. Cerminan perpaduan kebudayaan ini bahkan terbawa pada bentuk nisan dan makam yang ada di Batu Layang ini. Di luar kompleks permakaman, tampak gundukan batu yang dicat dengan warna hijau. Gundukan inilah yang disebut sebagai Batu Layang. Di dekat Batu Layang, terdapat sebuah meriam yang dicat dengan warna kuning.

Makam Batu Layang adalah tempat permakaman bagi para sultan di Kesultanan Kadriah Pontianak. Tempat ini menyimpan bukti sejarah tentang kebesaran Kesultanan Kadriah dan cikal bakal berdirinya Kota Pontianak. Arsitektur bangunan (nisan) yang merupakan perpaduan budaya Islam dan Melayu jelas terlihat di makam ini. Makam para sultan di Kesultanan Kadriah Pontianak terletak di daerah yang bernama Batu Layang, kira-kira berjarak 15 kilometer dari muara Sungai Kapuas atau 2 kilometer dari Tugu Khatulistiwa di Batu Layang, Pontianak.Pengunjung yang akan berziarah ke Makam Batu Layang tidak dipungut biaya masuk.Makam Batu Layang bisa dicapai dengan menggunakan mobil sekitar 15 menit dari Tugu Khatulistiwa. Bisa pula ditempuh dengan menggunakan transportasi air berupa sampan dari Pelabuhan Kota Pontianak dengan tarif Rp 10.000,00 sekali jalan.
Di luar kompleks permakaman, terdapat surau yang bisa digunakan untuk sholat sekaligus mendoakan arwah para sultan dan keluarga sultan yang telah dimakamkan di Makam Batu Layang. Selain surau, di sekitar makam juga terdapat warung-warung kecil yang menyediakan berbagai makanan dan minuman untuk melayani para pengunjung yang ingin makan dan minum.

READ MORE - Makam Batu Layang

Pesona Alam Pulau Menjangan

Friday, November 11, 2011

Hallo semua, pada kesempatan kali ini saya akan coba membahas sebuah pulau yang sangat indah dan terkenal di Indonesia bahkan di dunia, yaitu Pulau Bali. Pulau ini merupakan tujuan wisata utama yang ada di Indonesia, dan memiliki pengunjung paling banyak setiap harinya. Pantai, Museum, Taman Nasional semuanya ada di pulau ini. Salah satu tujuan utama wisata di pulau ini adalah Pulau Menjangan.

Pulau Menjangan ini terletak disebelah utara Taman Nasional Bali barat yang termasuk bagian dari Desa Sumber Klampok, kecamatan Grokgak yang berjarak sekitar 76 kilometer sebelah Barat Kota Singaraja. Pulau menjangan ini merupakan pulau kecil tanpa penghuni,dengan luas kurang lebih 175 hektar terdiri dari karang, batu batuan vulkanik serta tanah vulkanik hitam. Sesuai dengan namanya pulau ini dahulu terkenal dengan hewan menjangan (Cervus Timorensis). Pulau ini memang tidak berpenghuni namun keindahan wisata alamnya sangat mengagumkan.

Pulau ini menawarkan potensi keindahan laut sekitarnya yang sangat cocok untuk kegiatan rekreasi serta olah raga air seperti : Snorkeling dan Scuba Diving. Keindahan alam bawah lautnya sangat menarik karena kita dapat menemukan terumbu karang serta flora dan fauna laut yang berwarna warni. Dengan kondisi air laut yang tenang dan panorama teluknya sangat mempesona. Kehidupan bawah laut yang sangat mempesona dengan berbagai jenis ikan laut hias yang hanya ditemukan dibeberapa daerah saja di dunia. Hampir sekitar 59% dari nilai eksport ikan hias Indonesia berasal dari Pulau Menjangan.sangat cocok untuk melepas pengat dari keramaian kota. Untuk bisa mencapai Pulau menjangan para wisatawan harus naik boat dengan memakan waktu sekitar 30 menit dari Labuhan lalang.

Sungguh keindahan yang bisa membuat hati dan pikiran tenang, dengan adanya Alam yang begitu indah di Seluruh nusantara, dan pulau ini merupakan salah satu keindahan yang dimiliki oleh Pulau Bali dan Indonesia. Keindahan yang sangat alami membuat pulau ini mempunyai daya tarik tersendiri dibandingkan dengan tempat yang lainnya di Pulau Bali. Bahkan keindahan pantai di pulau ini tidak kalah menarik dengan pantai-pantai yang lain di Pulau Bali.
READ MORE - Pesona Alam Pulau Menjangan

Obyek Wisata Pantai Kartini Jepara Jawa Tengah

Friday, November 4, 2011

Obyek Wisata Pantai Kartini terletak 2,5 km ke arah barat dari Pendopo Kabupaten Jepara dan termasuk sebagai objek wisata pantai utara. Obyek wisata ini berada di kelurahan Bulu kecamatan Jepara dan merupakan obyek wisata alam yang menjadi dambaan wisatawan dan menjadi andalan tempat wisata di kabupaten Jepara.

Berbagai sarana pendukung seperti dermaga, sebagian aquarium Kura-kura, motel, permainan anak-anak (komedi putar, mandi bola, perahu arus), dan lain-lain telah tersedia untuk para pengunjung. Suasana di sekitar pantai yang cukup sejuk memang memberikan kesan tersendiri buat pengunjung, sehingga tempat ini sangat cocok untuk rekreasi keluarga atau acara santai lainnya.

Ditempat ini pula para pengunjung dapat melepaskan lelah dengan duduk-duduk di bawah gazebo sambil menghirup udara segar bersama terpaan angin laut.
terdapat pula deretan toko souvenir kerajinan laut yang dapat dijadikan buah tangan para wisatawan.

Kawasan dengan luas lahan 3,5 ha ini merupakan kawasan yang strategis, karena sebagai jalur transportasi laut menuju obyek wisata Taman laut Nasional Karimunjawa dan Pulau Panjang. Sekarang juga sudah tersedia sarana transportasi ke Karimunjawa dari dermaga Pantai Kartini yaitu KMP. MURIA (waktu tempuh 6 jam) dan Kapal Cepat KARTINI I (waktu tempuh 2,5 jam).
READ MORE - Obyek Wisata Pantai Kartini Jepara Jawa Tengah

Wisata Pantai Batee Puteh

Wisata Pantai Batee Puteh yang indah ini terletak di kabupaten Aceh Barat Indonesia. Lokasi Pantai Batee Puteh kira-kira 3 km dari kota Meulaboh. Pantai Batee Puteh ini sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat pada saat liburan. Para Masyarakat berkunjung ke pantai ini biasanya untuk berenang atau hanya sekedar menikmati keindahan pemandangan alam yang begitu indah di pantai ini. Pantai Batee Puteh ini merupakan tempat liburan yang cocok bagi keluarga, selain itu pantainya yang putih dan bersih menambah daya tarik kawasan wisata ini, dan hal tersebut membuat Pantai Batee Puteh ini ramai dikunjungi oleh masyarakat pada saat akhir pekan atau saat libur sekolah.
READ MORE - Wisata Pantai Batee Puteh

Kepulauan Mentawai Sumatera Barat

Kepulauan Mentawai adalah salah satu tempat wisata di Sumatera Barat yang  terkenal dengan keindahan pantainya. Selain itu juga Ombaknya yang tinggi bisa dimanfaatkan untuk kegiatan selancar (surfing). Selancar merupakan ikon kepulauan Mentawai yang telah dikenal di seluruh dunia. Beberapa kali telah digelar kompetisi surfing internasional di pantai ini dan pantai ini sangat ramai dikunjungi oleh para pengunjung. Tidak kurang dari 400 "Spot Surfing" (titik selancar) yang dapat dijadikan lokasi berselancar.

Aktivitas selancar bisa dilakukan di beberapa pantai yang terdapat di kepulauan Mentawai. Adapun pantai-pantai tersebut adalah: Pantai Nyangnyang, Pantai Karang Bajat, Pantai Karoniki, dan Pantai Pananggelat Mainuk yang semuanya terletak di Kecamatan Siberut Selatan. Selain di Kecamatan Siberut Selatan, di Kecamatan Sipora juga terdapat beberapa pantai seperti Pantai Katiet Bosua dan Pantai Selatan. Sedangkan di Kecamatan Pagai Utara terdapat Pantai Barat.

Laut Mentawai, mulai dari ombak hingga dasar lautnya memiliki kekayaan dan potensi yang fantastis. Gulungan ombak besar yang beberapa diantaranya masuk dalam kategori extreme, menjadikan Mentawai sebagai salah satu objek wisata selancar yang digemari di dunia.

Olah raga selancar biasanya dilakukan pada bulan April sampai bulan Oktober. Mengingat, pada bulan-bulan tersebut ombak di kepulauan Mentawai mencapai titik puncaknya dan para peselancar bisa manfaatkannya untuk kegiatan berselancar. Sedangkan pada bulan November sampai bulan Maret, ombak di kepulauan Mentawai tidak begitu tinggi, sehingga tidak cukup menantang untuk digunakan kegiatan berselancar.

Kegiatan berselancar ini berlokasi di 3 kecamatan, diantaranya adalah Kecamatan Siberut Selatan, Kecamatan Sipora dan Kecamatan Pagai Utara yang masuk dalam Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Indonesia.

Lokasi objek wisata selancar ini dapat dijangkau dengan kapal motor dan pesawat perintis. Jika menggunakan kapal, perjalan ditempuh selama 14 jam dengan rute Padang- Sipora-Muara Siberut dengan biaya kira-kira antara Rp. 200.000-Rp. 300.000,- per orang (Februari 2008)

Untuk memasuki Kepulauan Mentawai para wisatawan bisa menggunakan jasa pemandu atau menggunakan jasa operator tour. Untuk penginapan, di Kepulauan Mentawai tersedia penginapan di sepanjang pinggir pantai dan Banyak sekali pedagang di sekitar pantai ini sehingga anda bisa berbelanja di pantai ini.
READ MORE - Kepulauan Mentawai Sumatera Barat